Hasil serapan gabah dari petani yang ditargetkan untuk wilayah Kab Kudus masih kurang dari target yang ditetapkan. Serapan gabah Bulog baru mencapai sekitar 5 juta ton dari 15 juta ton serapan beras yang ditargetkan. Jumlah itu tergolong minim sehingga perlu diambil langkah dan tindakan guna optimalkan penyerapan beras dari petani.

Hal tersebut disampaikan Tim Sergab (Serap Gabah) dari Mabesad yang dipimpin oleh Brigjen TNI Basuki Abdullah pada saat melaksanakan kunjungan ke Kodim 0722/Kudus, Senin (26/4) bersama anggota tim sergab lainnya yang terdiri dari Kolonel Czi Hilda Risman dan Kolonel Kav Syachrial. 

Kunjungan tim sergab dari Mabesad tersebut disambut oleh Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh M. Ibnu Sukelan beserta Perwira Staf dan Danramil serta para pejabat dari Bulog Subdivre II Pati. Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan optimalisasi pengadaan gabah beras Sergap (Serap Gabah Petani) dari petani kepada Bulog.

Dalam pertemuan dengan jajaran dari Bulog Subdivre II Pati tersebut ditemukan kendala di lapangan seperti para petani masih lebih memilih untuk menjual gabah hasil panen kepada tengkulak dibandingkan ke Bulog karena harga yang ditetapkan tengkulak lebih tinggi. Adapun harga yang ditetapkan Bulog, ditetapkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) dan berdasarkan kajian mendalam.

Adapun penjelasan dari Tim Sergab Mabesad menjelaskan bahwa petani saat ini sudah diberikan bantuan pemerintah berupa subsidi pupuk, alat mesin pertanian, bantuan benih dan obat-obatan serta masih dibantu pendampingan dari TNI. Sebagai warga negara petani juga diharapkan membantu pemerintah untuk bisa mempunyai stok pangan. 

"Stok beras yang ada di Bulog nantinya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Kab Kudus saja, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan daerah lain yang mengalami kekurangan beras maupun untuk penyaluran beras miskin (raskin), kata Tim Sergab.
Axact

Kodim 0722/Kudus

Berbuat Terbaik Berani Tulus Ikhlas

Post A Comment:

0 comments: